BKKBN · nature

Penduduk Bertambah, Masalah Alam Kian Merambah, Keadaan Semakin Parah!

earth day 2

Tepat pada hari ini, 22 April 2016 diperingati sebagai Hari Bumi Sedunia atau secara Internasionalnya lebih dikenal dengan istilah International Earth Day.  Hari Bumi dirancang untuk meningkatkan kesadaran dan apresiasi terhadap planet yang ditinggali manusia yaitu bumi. Namun, peringatan Hari Bumi Sedunia ini tampaknya tidak banyak berpengaruh bagi kesadaran masyarakat terhadap kelestarian alam. Kian hari, penduduk terus beregenerasi dengan lahirnya manusia-manusia baru. Penduduk yang notabennya terus bertambah inilah yang akan menyebabkan berbagai macam masalah terutama dibidang lingkungan hidup dan alam dimuka bumi ini.

Permasalahan alam yang diakibatkan oleh pertambahan jumlah penduduk di Indonesia sudah tidak bisa dianggap sepele. Banyaknya jumlah penduduk justru menjadi boomerang tersendiri bagi kelestarian alam di Indonesia. Pasalnya kebanyakan penduduk Indonesia alih-alih menjaga lingkungan, mereka justru malah merusaknya.

Korelasi Antara Pertambahan Penduduk Dengan Masalah Alam di Indonesia

Seluruh penduduk Indonesia usia produktif pastinya membutuhkan pekerjaan. Namun apa jadinya jika penduduk terus bertambah? Tentunya pertambahan jumlah penduduk akan menyebabkan persaingan dalam mencari pekerjaan berlangsung semakin ketat. Akibatnya, pengangguran akan terus bertambah. Korelasi antara bertambahnya jumlah penduduk dan meningkatnya jumlah pengangguran semakin jelas terlihat. Masyarakat pun mengambil jalan pintas dengan merusak alam demi meraup rupiah. Tidak perlu melamar untuk mencari pekerjaan, tidak perlu bersaing, tidak perlu menjadi sarjana, uang akan datang dengan sendirinya ketika mereka berhasil menjual hasil alam secara ilegal, begitu pikir mereka. Bahkan masyarakat yang hidup disekitar kawasan hutan dengan bebasnya menebang pohon untuk dijadikan tempat tinggal dan kebutuhan pribadi lainnya. Ironis memang, hutan yang harusnya berfungsi sebagai paru-paru dunia penghasil udara bersih malah dijadikan tonggak utama penopang ekonomi masyarakat.

Mereka tidak sadar akan dampak buruk yang akan terjadi kedepannya. Banjir akan terjadi dimana-mana, longsor akan melanda, kekeringan dan pencemaran udara akan menjadi perkara umum yang sering terjadi.

Sebenarnya, pemanfaatan hasil hutan tidak dilarang jika mendapatkan izin sebagaimana berikut       :

  • IUPHHK-HA (dahulu disebut Hak Pengusahaan Hutan/HPH) adalah izin untuk penebangan, pengangkutan, penanaman, pemeliharaan, pengamanan, pengolahan hingga pemasaran kayu. Diutamakan di area yang masih banyak potensi tegakan kayunya.
  • IUPHHK-HT (dahulu disebut Hutan Tanaman Industri/HTI) adalah izin untuk membangun hutan tananam (monokultur) di area hutan produksi oleh suatu kelompok industri untuk memenuhi bahan baku industri. Diutamakan di area yang sudah tidak produktif.
  • IUPHHK-RE, adalah izin unuk membangun kawasan dalam hutan alam pada hutan produksi yang memiliki ekositem penting sehingga dapat dipertahanka fungsinya, melalui pemeliharaan, perlindungan, pemulihan ekosistem lewat pengayaan, penjarangan, penangkaran satwa, pelepasliaran flora fauna untuk mengembalikan unsur hayati dan non hayati sehingga tercapai keseimbangan hayati dan ekosistem. Diutamakan di area yang sudah terdegradasi ekosistemnya.

Namun, masyarakat sekarang sudah tidak mementingkan izin. Mereka beranggapan dapat memanfaatkan alam sesuka hati dengan dalih masalah ekonomi. Padahal, kita sebagai masyarakat Indonesia-lah yang membuat permasalahan ekonomi tersebut terjadi. Pertambahan jumlah penduduk menjadi masalah dan ancaman besar bagi bangsa saat ini.

Untuk menyelesaikan masalah pertambahan jumlah penduduk yang membawa  efek buruk bagi alam, masyarakat dengan dibantu penyuluhan oleh pemerintah harus sadar akan pentingnya lingkungan dan kelestariannya. Selain itu, Masyarakat juga harus mengikuti program Keluarga Berencana (KB) dari BKKBN agar kedepannya pertumbuhan penduduk semakin tertata. Masyarakat juga harus berhenti mempercayai mitos “Banyak Anak Banyak Rejeki” yang saat ini berkembang dikalangan masyarakat. Sepintas, memang ada benarnya juga kalau dibilang banyak anak banyak rezeki. Sebab kalau ada sepuluh anak, dan semuanya kemudian mendapatkan pekerjaan yang bagus, maka sepasang orang tua akan sangat bahagia di masa tuanya. Ke-sepuluh anaknya ini tentu akan memberikan kesejahteraan bagi keluarga.

Akan tetapi, contoh di atas hanya dapat dilihat pada sisi yang sempit, yakni pada sisi satu dua keluarga yang mungkin kebetulan beruntung karena semua anaknya mendapatkan pekerjaan yang layak. Tetapi dilihat secara nasional, semisal 100 juta kepala keluarga yang masing-masing punya 10 anak, maka negeri ini dipastikan akan tenggelam oleh 1 miliar penduduk yang akan menghalalkan segala acara untuk menopang perekonomian, termasuk merusak alam dan lingkungan Indonesia.

Jika penduduk Indonesia sudah tertata dan masyarakat semakin sadar akan pentingnya lingkungan dan hal buruk yang akan terjadi apabila lingkungan tidak terjaga, ditambah pemerintah yang terus memberi dukungan, pasti permasalahan lingkungan Indonesia akan mendapatkan jalan keluar dan bisa terselesaikan dengan baik.

Selamat Hari Bumi Sedunia!

http://www.bkkbn.go.id/kependudukan/

Ditulis oleh Raudhatul Jannah

Iklan

41 thoughts on “Penduduk Bertambah, Masalah Alam Kian Merambah, Keadaan Semakin Parah!

  1. Memang jumlah penduduk yang begitu banyak turut menyumbang efek buruk bagi lingkungan, penduduk yang jumlahnya sangat banyak ini bukan malah menjaga, mereka justru merusaknya. Semoga kedepan bumi semakin tertata ya

    Disukai oleh 1 orang

  2. Begitu melihat judul artikel saya sudah tertarik untuk membacanya, dan menurut saya penjelasan anda dalam artikel ini amat sangat baik. Artikel yang bermanfaat, lanjutkan!!

    Disukai oleh 1 orang

  3. Raudhatul Jannah duta peduli rimba di Aceh ya?? Wahh kelihatannya berwawasan luas.
    Saya lama tidak mengunjungi Aceh, gimana keadaan disana ?
    Artikelnya bagus👍👍👍👍

    Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s