economic · education · politic · social and culture

Peran Wanita Dalam Membangun Bangsa Indonesia

emansipasi-wanita_thumb_500x500

Peran aktif wanita dalam pembangunan di Indonesia mengalami perkembangan yang cukup signifikan. Hal ini dapat kita lihat salah satunya melalui sejarah perjuangan R.A Kartini menuntut perannya sebagai wanita untuk berkarya bagi bangsanya di berbagai bidang dengan pengarus utamaan kesetaraan gender.

Peran wanita untuk membangun sebuah bangsa tentu saja mutlak diperlukan, hal ini didasari oleh berbagai macam kemampuan dan potensi yang dimiliki oleh wanita itu sendiri baik secara general maupun individual. Ruang apresiasi bagi para kaum wanita saat ini telah diberikan dan semakin terbuka, wanita telah diberikan kesempatan untuk menunjukkan eksistensinya dalam pembangunan suatu bangsa. Terbukti pemerintah saat ini juga telah menyediakan program Pemberdayaan Perempuan untuk meningkatkan status, posisi dan kondisi perempuan agar dapat mencapai kemajuan yang setara dengan  laki-laki agar dapat membangun anak Indonesia yang sehat, cerdas, ceria, dan bertaqwa serta terlindungi.

Salah satu indikator integrasi perempuan dalam pembangunan adalah tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK) perempuan disemua bidang lapangan kerja sebagai politikus, PNS, karyawan, buruh perusahaan termasuk petani, hingga tahun 1998 saja mencapai 40,2 persen. Tentu hal itu akan terus bertambah setiap tahunnya. Saat ini, sudah sangat banyak tokoh-tokoh wanita yang ikut berpartisipasi aktif dalam memajukan bangsa.  Bahkan Jokowi telah melantik 8 menteri perempuan di kabinet kerjanya saat ini. Mereka adalah Rini Soemarno ( Menteri Badan Usaha Milik Negara ) , Siti Nurbaya Bakar ( Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup) , Puan Maharani ( Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan ), Nila F Moeloek ( Menteri Kesehatan ), Khofifah Indar Parawansa ( Menteri Sosial), Yohana Yembise ( Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak), Retno LP Marsudi ( Menteri Luar  Negeri ), dan Susi Pudjiastuti ( Menteri Kelautan dan Perikanan).

Menteri-Menteri tersebut bukan hanya sekedar menjabat, mereka mampu membuktikan eksistensi mereka dengan meraih berbagai macam penghargaan baik ditingkat Nasional, hingga mengharumkan nama Indonesia di Tingkat Internasional. Sebut saja, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa dan Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup Siti Nurbaya Bakar mendapatkan penghargaan internasional dari Internasional Film Festival for Women, Social, Issues, and Zero Discrimination (IFFWSZ), karena perannya yang dianggap cukup besar dalam membuat perubahan di masing-masing bidang yang digeluti. Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti yang terkenal dengan ketegasannya juga memiliki prestasi yang tak kalah hebat, ia berhasil dinobatkan sebagai Kanjeng Ratu Ayu (KRAY) Susi Pudjiastutiningrat, dari Keraton Surakarta Hadiningrat. Ia juga telah berhasil membuat Indonesia sebagai Negara nomor 1 dalam hal memberantas Illegal Fishing di seluruh dunia. Sungguh prestasi yang luar biasa dan sangat patut untuk dibanggakan.

Beberapa daerah di Indonesia juga pernah dipimpin oleh sosok Bupati / Walikota wanita yang luar biasa. Sebut saja, lliza Saaduddin Djamal (Walikota Banda Aceh, Aceh), Tri Rismaharini ( Walikota Surabaya ),  Cristiany Eugenia Paruntu (Bupati Minahasa Selatan, Sulawesi Utara), Airin Rachmi Diany (Walikota Tangerang Selatan, Banten), Rita Widyasari (Bupati Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur) , Indah Putri Indriani (Wakil Bupati Luwu Utara, Sulawesi Selatan), Anna Sophanah (Bupati Indramayu, Jawa Barat), dll.

Bahkan, Indonesia pernah dipimpin oleh Presiden wanita Megawati Soekarnoputri, selama 3 tahun  ( 2001-2004 ).

Menjadi tiang negara membutuhkan kecerdesan intelektual yang tinggi, sehingga kaum wanita wajib belajar dan mengasah kemampuannya untuk berkontribusi dalam pembangunan. Diakui selama ini ada anggapan bahwa kualitas perempuan dalam pembangunan masih sangat rendah, itulah yang menyebabkan peran kaum perempuan tertinggal dalam segala hal. Seharusnya, Kaum wanita di Indonesia juga harus memiliki kepercayaan diri bahwa mereka mampu bersaing dan menjadi subject dalam mebangun bangsanya sendiri, Bangsa Indonesia.

” Kalau perempuan itu baik, maka jayalah negara. Tetapi kalau perempuan itu buruk, maka runtuhlah negara. ”
― Soekarno

Ditulis oleh Raudhatul Jannah

Iklan

47 thoughts on “Peran Wanita Dalam Membangun Bangsa Indonesia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s